Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Sabtu, 21 Maret 2009

Baalbek dan Peninggalan Kekaisaran Romawi

Views


Warga sebuah desa di Baalbek beramai-ramai mengangkut mayat sanak-saudara mereka yang tewas akibat serangan udara Israel, Rabu (2/8). Sebanyak 16 warga tewas dalam serangan itu.

Serbuan Israel yang menjangkau lebih dalam wilayah Lebanon itu mengingatkan masyarakat pada peristiwa penyanderaan di Baalbek beberapa waktu silam. Di Baalbek, pejuang Hisbullah pernah menyandera sejumlah warga Barat, termasuk Kepala Koresponden Associated Press di Timur Tengah yang berbasis di Beirut, Terry Anderson.

Dalam serangan ke Baalbek kemarin, komando Israel juga menyerbu sebuah rumah sakit milik Hisbullah yang didanai Iran. Israel menilai penyerbuan rumah sakit penting karena merupakan pukulan besar bagi simbol kekuatan pejuang Hisbullah pada basis mereka di Lembah Bekaa, timur Lebanon. Selain menewaskan 16 warga sipil, Israel juga mengaku berhasil menewaskan 10 pejuang Hisbullah.

Di bagian atas rumah sakit itu terpampang jelas tulisan "Yayasan Imam Khomeini" yang didanai oleh Dar al-Hikam. Pada pintu masuk juga terpasang gambar Ayatollah Ruhollah Khomeini, mantan pejuang revolusioner Iran yang berhasil menggulingkan rezim Shah dukungan AS pada 1979, sekaligus mendirikan Republik Islam Iran yang sangat anti-Amerika.

Mayat korban serangan Israel kemarin dikumpulkan dan dibawa ke kompleks pemakaman di Desa al-Jamaliyeh untuk dikuburkan. RS Dar al-Hikma, milik Hisbullah dan lokasi penguburan para korban serangan hanya berjarak satu kilometer dari pusat kota Baalbek.

Seorang Kepala Desa, Hussein Jamaleddin telah kehilangan putra, saudara laki-laki, dan lima kerabat lain. Ia terduduk dan menangis histeris ketika menemukan tubuh anak laki-lakinya yang sudah tak bernyawa.

"Ini kaki anak laki-laki saya. Dia atlet. Dia belajar Taekwondo," kata Jamaleddin sambil menangis histeris.

Selama beberapa dekade, Kota Baalbek sangat populer di kalangan turis dan sejarawan. Di kota itu terdapat peninggalan kekaisaran Romawi. Berbagai festival internasional pernah digelar di sana, dengan menampilkan sejumlah artis ternama seperti Ella Fitzgerald dan Nina Simone. Tetapi, popularitas Baalbek dari tahun ke tahun semakin merosot. Baalbek kini menjadi zona perang karena merupakan daerah kantong pejuang Hisbullah yang diburu Israel.

Garda Revolusioner Iran membangun pangkalan di Baalbek pada 1982. Mereka ikut membantu pendirian Hisbullah ketika terjadi invasi Israel ke wilayah Lebanon selatan pada 1982.

Sejak itu, banyak berdiri markas-markas Hisbullah di Baalbek. Di kota itu pula diyakini sejumlah warga Barat, termasuk Terry Anderson, disekap oleh kelompok garis keras pro-Iran pada 1980-an.

Lembah Bekaa, kantong pasukan darat pejuang Hisbullah, juga sering menjadi target serangan udara pesawat tempur Israel selama beberapa tahun terakhir. Tetapi, serangan pada Rabu (2/8) adalah operasi darat Israel yang pertama di Lembah Bekaa.

RS Dar al-Hikma yang didanai Iran dijadikan bukti oleh AS dan Israel untuk menuding Iran telah memakai Hisbullah sebagai kekuatan melawan Israel. Iran juga dituding memasok Hisbullah dengan uang dan persenjataan.

Gambar-gambar para tokoh revolusioner Iran dan para pemimpin Hisbullah terpampang di sepanjang jalan menuju Baalbek. Penduduk Baalbek, sebelum digempur Israel, sebanyak 150.000 jiwa dan merupakan kota terbesar di Lembah Bekaa yang berbatasan dengan Suriah. [AP/E-9]

(Suara Pembaruan, Kamis, 3 Agustus 2006)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks