Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Selasa, 17 Maret 2009

Candi Muarojambi Harus Diselamatkan

Views


[JAMBI] Candi Muarojambi yang terletak di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, sekitar 22 km dari Kota Jambi harus diselamatkan. Kehancuran candi terbesar di Sumatera itu harus dicegah karena candi tersebut memiliki nilai sejarah, nilai religius dan potensi wisata yang cukup besar. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin, di Jambi, Senin (11/12), menanggapi program penyelamatan Candi Muarojambi yang dicanangkan daerah itu.

Dikatakan, situs purbakala Candi Muarojambi memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi karena candi tersebut berkaitan erat dengan kerajaan Melayu Kuno dan pengembangan agama Buddha dari China. Bukti-bukti kejayaan kerajaan Melayu dan agama Budha itu masih tersisa di kompleks Candi Muarojambi.

Di kawasan Candi Muarojambi yang memiliki luas sekitar 225 hektare (ha) terdapat 83 buah candi dan puluhan reruntuhan candi. Candi yang sudah dipugar baru sekitar 10 persen. Tingkat keragaman artefak yang ditemukan di kompleks candi itu memperlihatkan adanya hubungan erat komunitas Melayu Sumatera dengan masyarakat daratan Asia Tenggara, China, India hingga Timur Tengah.

Penyelamatan Candi Muarojambi merupakan salah satu program pembangunan pariwisata Provinsi Jambi. Karena itu, pihaknya masih terus berupaya melakukan renovasi Candi Muarojambi. Hal itu dilakukan agar candi tersebut dapat dipoles menjadi objek wisata menarik bertaraf internasional, katanya.


Dipugar

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, H Saleh Shibly mengatakan, pemugaran Candi Muarojambi hingga kini terkatung-katung. Dari 46 buah candi yang ada di kompleks situs purbakala tersebut, baru delapan candi yang dipugar. Sisanya masih tertanam di areal kebun milik masyarakat. Kendala memugar Candi Muarojambi ialah kurangnya dana pemugaran dan pembebasan lahan.

Sekitar 22,5 ha areal Candi Muarojambi berada pada areal kebun masyarakat. Hingga kini baru sekitar 10,5 ha areal candi yang dibebaskan. Sedangkan 10 ha masih berupa kebun buah-buahan dan daerah pertanian. Sebagian besar candi berada pada areal pertanian itu.

Pemugaran candi dan pembebasan areal candi tersebut belum dapat dilakukan karena dana tidak memadai. Selama ini, dana yang digunakan untuk pembangunan Candi Muarojambi menjadi objek wisata hanya bersumber dari APBD dan itu sangat minim, katanya. Pembangunan pariwisata yang menjadi prioritas Provinsi Jambi saat ini ialah pemugaran situs purbakala, Candi Muarojambi. [141]

(Sumber: Suara Pembaruan, 12 Desember 2006)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks