Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Selasa, 17 Maret 2009

Situs Purbakala di Sumbagsel Makin Banyak yang Hancur

Views


[JAMBI] Situs purbakala dan benda-benda peninggalan sejarah di wilayah Jambi, Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Bengkulu kian banyak yang hancur. Kehancuran disebabkan pembangunan industri, gedung-gedung bertingkat dan permukiman. Penyelamatan situs dan peninggalan sejarah itu sulit dilakukan akibat biaya dan tenaga penyelamatan yang sangat minim.

Hal tersebut dikatakan Kasi Pelestarian dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Wilayah Jambi, Sumbagsel dan Bengkulu, Ruswijani Setyorini kepada Pembaruan di Jambi, Selasa (28/11).

Dikatakan, sejak 1989 hingga 2006, pihaknya sudah berhasil mengidentifikasi 309 situs purbakala dan benda-benda bersejarah di Jambi, Sumbagsel dan Bengkulu. Namun hingga kini baru 37 situs yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Sisanya, 272 situs dan benda peninggalan sejarah terancam hancur.

Situs purbakala dan benda-benda peninggalan sejarah di Jambi yang nyaris tidak bisa diselamatkan akibat pembangunan pabrik besi ialah sebagian situs Candi Muarojambi di wilayah Kemingking, Kabupaten Muarojambi. Kemudian peninggalan benda-benda bersejarah yang terancam tidak bisa diselamatkan akibat pengembangan permukiman berada di Solok Sipin, Kota Jambi.

Disebutkan, upaya penyelamatan di Jambi, Sumbagsel dan Bengkulu sulit dilakukan karena dana yang sangat minim. Baik dana dari APBD kabupaten, provinsi maupun dana APBN. Untuk melakukan pemugaran candi di situs Candi Muarojambi tahun ini misalnya tidak sampai Rp 100 juta. Padahal untuk pemugaran satu candi tersebut sebenarnya dibutuhkan dana minimal Rp 800 juta agar candi bisa digali, dipugar dan ditata menjadi objek wisata.

Selama 2006, pihaknya berhasil menemukan beberapa situs dan benda peninggalan sejarah. Situs baru yang ditemukan di Jambi antara lain, pemukiman tua di Dusun Tuo, Kecamatan Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi. Di desa itu ditemukan lokasi batu silindrik, yakni di Bukit Pematang Sungai Nilo dan Bukit Ranah Luas. Penemuan itu menunjukkan adanya pemukiman tua di lokasi itu. Hal ini nampak dari adanya temuan obsidian dan tembikar.

Selain itu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi, Sumbagsel dan Bangkulu yang berpusat di Kota Jambi juga menemukan situs di Pematang Pundung, Kabupaten Muarojambi. [141]

(Sumber: Suara Pembaruan, 30 November 2006)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks