Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Kamis, 18 Maret 2010

Candi Tapan Mulai Diteliti

Views


BLITAR (SI) – Kompleks bangunan candi seluas 1.400 m2 yang ditemukan di Dusun Bakulan,Desa Bendosewu,Kecamatan Talun,Kabupaten Blitar, Jatim,mulai digali untuk diteliti,kemarin.

Di tempat yang sama,juga ditemukan dua Arca Dwarapala dan dua Arca Nandi. Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto telah melakukan penggalian, serta melokalisasi tempat temuan tersebut dengan memasang pagar bambu. BP3 beserta warga sekitar menamakan peninggalan bersejarah tersebut dengan nama Candi Tapan,karena kerap digunakan untuk tempat bertapa.

Kebesaran dan kemegahan bangunan candi itu diperkirakan melebihi Candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Blitar. “Hal itu terlihat dari bagian kaki candi yang sampai saat ini belum tergali sampai dasar bangunan,“ salah seorang warga yang dipercaya BP3 sebagai penjaga Candi Tapan,Kabid, 57,kemarin. Sebelum digali,candi yang berada di tengah sawah ini berupa gundukan tanah liat.

Saat ini, fisik candi tampak terlihat di kedalaman enam meter dari permukaan tanah. “Namun, fondasi dasar bangunan belum diketahui,” tandasnya. Bangunan berundak-undak tersebut terbuat dari bata merah dengan ukuran besar.“Kalau Arca Dwarapala dan Arca Nandi berada sekitar 50 meter dari kompleks candi tersebut,”beber Kabid.

Menurut informasi yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI), penemuan candi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak satu bulan lalu.Namun, dirahasiakan penemuannya oleh sejumlah warga yang kerap menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat pertapaan. Sejumlah warga akhirnya melapor ke BP3 Trowulan setelah diketahui seorang warga asal Jember bernama Slamet melakukan penggalian secara ilegal.

Dalam penggalian tersebut, Slamet menemukan ratusan bongkahan bata merah besar.Penggalian ilegal tersebut berhenti dengan sendirinya setelah Tim BP3 Trowulan turun ke lapangan.“Dulu juga ada benda, seperti kuali kuno dari batu, tetapi sekarang saya tidak melihatnya lagi,”papar Kabid.

Arkeolog BP3 Trowulan Danang Waluyo Utomo mengaku belum bisa mengidentifikasi waktu pembuatan, serta pada zaman kerajaan apa candi tersebut dibangun. Sebab,sejauh ini petugas belum menemukan simbol atau tulisan yang menunjukkan angka tahun pembuatan. Dia hanya mengatakan, Arca Nandi merupakan hewan lembu yang digunakan sebagai tunggangan Dewa Syiwa.

“Yang baru bisa kita pastikan bahwa Arca Nandi merupakan kendaraan Dewa Syiwa,pada kerajaan Agama Hindu,”tandasnya. Danang sebenarnya sudah mendengar temuan candi tersebut sejak 1995 lalu. Namun, penggalian baru dilakukan belakangan ini setelah mendapat laporan adanya penggalian liar yang mengancam keberadaan candi.“Karenanya, saat ini kita tempatkan penjaga untuk mengamankan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kolam pemandian raja ditemukan di Dusun Nglinguk, DesaTrowulan, KecamatanTrowulan, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Situs bersejarah ini ditemukan warga setempat bernama Ruskan, 63, di belakang rumahnya. Secara tak sengaja, Ruskan menemukan bangunan saat menggali tanah untuk pembuatan batu bata.

Sejauh ini,dia sudah berhasil menggali kolam hingga berukuran 7 X 6 meter dengan kedalaman mencapai hampir 3 meter. Jika dilihat, tampak jelas bangunan tersebut merupakan bangunan istimewa dengan arsitektur mewah ala kerajaan.Kolam kuno ini mirip dengan bangunan Candi Tikus yang juga ditemukan di Kecamatan Trowulan.

Pada bagian dinding kolam yang terbuat dari batu bata kuno terdapat beberapa buah pancuran air.Bangunan itu berundak-undak yang menandakan bahwa peninggalan sejarah tersebut bukan milik warga biasa. Selama ini,penggalian yang dilakukan Ruskan baru menghasilkan satu dinding di sisi Timur, sementara bangunan lainnya di sisi Barat, Utara dan Selatan masih belum terlihat. (solichan arif)

(Koran Sindo, Kamis, 18 Maret 2010)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks