Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Senin, 09 Februari 2009

Koleksi Museum Sejarah Jakarta

Views

Lukisan S Sudjojono Direstorasi

[JAKARTA] Lukisan berukuran raksasa, 1.000 x 300 cm, bertema Pertempuran Antara Sultan Agung dan Jan Pieterszoon Coen karya maestro pelukis modern Indonesia, S Sudjojono yang terpampang di dinding sebuah ruangan bagian depan Museum Sejarah Jakarta, Jalan Taman Fatahillah, Jakarta, terancam rusak.

Akibat proses alami, seperti kelembapan udara dan intrusi air laut yang meninggi hingga mampu menembus pori-pori dinding Museum Sejarah Jakarta yang pada zaman kolonialisme merupakan Kantor Gubernur Jenderal Belanda, menjadi penyebab rusaknya beberapa bagian pada lukisan yang sangat bersejarah, baik dalam pembuatannya maupun artinya bagi perjuangan pahlawan bangsa Indonesia tersebut.

Seorang Sudjojono, yang merupakan Bapak Seni Rupa Modern Indonesia, tidak begitu saja mampu menuangkan inspirasinya untuk membuat lukisan yang dipesan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin saat meresmikan Museum Sejarah Jakarta, tahun 1973.

"Pak Jon (panggilan akrab S Sudjojono), begitu senang ketika dia diminta Pak Ali Sadikin untuk membuat lukisan tentang perjuangan pahlawan bangsa Indonesia di tanah Batavia (Jakarta) ini. Dia membutuhkan banyak informasi mengenai cerita itu. Terus-terang saja, dia tidak mendapatkan banyak informasi itu di Indonesia," kata Rose Pandanwangi S Sudjojono, istri S Sudjojono kepada SP di Jakarta, Rabu (27/8).

Dia menambahkan, untungnya, ketika sedang sibuk mencari informasi mengenai pertempuran di Batavia ini, S Sudjojono mendapat undangan untuk menggelar pameran lukisan di Belanda selama sebulan.


Observasi di Belanda

Saat di Belanda itulah, Sudjojono mencari informasi mengenai pertempuran itu, dan ternyata dia mendapat informasi yang lengkap. Saat melakukan observasi lapangan sebagai bahan lukisannya, Sudjojono harus menetap selama tiga bulan di Belanda.

"Dari sketsa-sketsa yang jumlahnya mencapai 30 buah itulah akhirnya lukisan ini bisa dia buat dan hingga kini dipajang di Museum Sejarah Jakarta," ujar Rose.

Dari cerita tersebut, bisa tergambar kerja kerasnya seorang S Sudjojono untuk bisa membuat lukisan yang inti dari temanya adalah Penyerangan Mataram ke Batavia tahun 1628 dan 1629 tersebut. [F-4]

(Sumber: Suara Pembaruan, Jumat, 29 Agustus 2008)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks