Pengumuman

Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di blog ini, silakan kunjungi hurahura.wordpress.com

Selasa, 03 November 2009

Borobudur Menyimpan Misteri Astro-Arkeologi

Views


KALAU penelitian seperti yang dilakukan Irma Hariawang, salah seorang mahasiswa jurusan Astronomi ITB, sudah berhasil sejak bertahun-tahun lalu, bukan piramid si Mesir yang akan menjadi "properti" shooting film "Transformer: Revenge of the Fallen", tetapi Borobudur. Lho, kok bisa?

Begitulah, astronomi sangat menarik. Bisa dilihat dari sudut pandang mana pun karena ilmu ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Di tangan Irma, Borobudur dan ilmu astronomi yang dipelajarinya di bangku kuliah menjelma menjadi astro-arkeologi. Dalam tugas akhirnya, ia mengkaji Borobudur yang merupakan bangunan arkeologi, dari sudut pandang astronomi.

Ketertarikan Irma berawal dari pendapat para peneliti di negara maju yang meyakini bahwa tata letak suatu bangunan purbakala berkaitan dengan gejala astronomi, seperti gerak bulan dan gerak matahari. "Dulu ada arkeolog Inggris yang meneliti itu di candi Borobudur. Nah sekarang saya nyobain dari sudut pandang astronomis, dilakukan dengan pengamatan dan penghitungan," ucap mahasiswa asal Surabaya yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Himastron ITB ini.

"Aku juga tertarik banget sama letak dan bentuk Borobudur yang sangat tepat arah utara atau selatannya. Heran ya manusia zaman dulu bisa punya kemampuan sedahsyat ini, arahnya bisa pas banget," katanya.

Saat melakukan pengamatan di Borobudur, Irma paling tertarik dengan jam matahari yang ternyata masih bisa dilihat dari Borobudur. "Caranya dengan melihat bayangan yang jatuh dari stupa-stupa, dari situ kita bisa tahu sedang jam berapa," ucap Irma. Prediksi gerhana, lanjutnya, juga bisa diamati lewat stupa yang berjajar di candi yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia purbakala tersebut.

Irma yang sudah satu setengah tahun mengerjakan penelitian tersebut, banyak menemukan kendala. "Nyari referensinya di Indonesia ternyata susah banget, di sini astro-arkeologi belum sepopuler negara maju. Lagi pula ini penelitian resmi pertama, jadi agak sulit merancang kerangka penelitian juga," ucap Irma, yang berkenalan dengan Komunitas Langit Selatan saat bekerja sama untuk menyelenggarakan salah satu kegiatan astronomi.

Setengah bercanda, ia juga mengatakan sangat senang karena penelitiannya tersebut, mengingatkannya pada kisah petualangan Indiana Jones. "Berasa Indiana Jones lah menelitinya," ucapnya sambil terbahak. Dalam salah satu film Indiana Jones, "The Crystal Skull", diceritakan mengenai mitos suku Maya, yang mengatakan bahwa jika-13 tengkorak kuno tidak diletakkan bersama pada waktu tertentu, bumi akan bergeser pada sumbunya.

Namun, Irma sebenarnya berpikir lebih jauh daripada itu. "Kalau ternyata ada hubungannya, aku sih mikirnya lebih ke pelestarian. Apa yang aku lakukan semoga aja bisa mendukung pelestarian Borobudur juga. Dan supaya masyarakat sadar bahwa manusia zaman dulu aja udah sebegitu cerdasnya, jadi jangan sia-siakan waktu buat belajar," katanya. Well, good luck Irma! (Endah Asih/"PR")***

(Pikiran Rakyat, Minggu, 2 Agustus 2009)

Tidak ada komentar:

BUKU-BUKU JURNALISTIK

Kontak Saya

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Jualan Buku Teks